diambil dari Tulisan: Muhidin M. Dahlan , koordinator riset buku Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009 dan penulis buku Lekra Tak Membakar Buku
Jawa Pos Minggu, 07 Februari 2010
http://jawapos.co.id/mingguan/index.php?act=detail&nid=115912
Lambang negara Indonesia yakni burung Garuda telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 1951 [attachment], sehingga penggambarannya sudah baku.
Ribut-2 mengenai logo Garuda di kaos Armani Xchange, ternyata kita sendiri keliru membuat lambang negara tersebut. Berikut contohnya:
1.
Masuk saja ke Istana Negara .... Selain bentuknya tiga dimensi, mulut burung di istana terbuka terlalu lebar dan terkesan gahar sekali
2.
mural garuda karya seniman di daerah Mantrijeron Jogja yang matanya merem, mulut manyun terkatup, dan terkesan sangat baby face.
3.
logo Perbakin (Persatuan Menembak Indonesia). Sekilas tampak seperti garuda, tapi perisainya diganti dengan tulisan ISHA dan sang garuda tak mencengkeram pita, melainkan bedil.
4.
Di program plesetan BBM (versi Indosiar) bahkan logonya sangat ekstrem: mengganti garuda dengan burung hantu dengan pose yang sama. Acara kloningnya, Republik Mimpi (versi Metro TV), logonya garuda hitam dengan pose sayap kanan menekuk ke arah kiri.
5.
lambang Harley-Davidson di Indonesia yang bergambar burung elang, tapi perisainya bergambar Pancasila. Sebut saja modifikasi dari perkawinan dua kultur ini sebagai Pancasila Indo (Indonesia-Amerika)
6.
di salah satu gapura Kota Gede Jogja (Nanang, 2008:55). Tapi, kakai gambar burung itu mengangkang terlalu lebar sehingga tak kokoh sama sekali. Dan, nasib garuda di situ memang terlihat sengsara: sayapnya patah dan leher terjerat kawat (bandingkan dengan burung Armani yang modis dengan harga internasional).
7.
salah satu atap POM bensin di Jalan Bantul Jogja (Nanang, 2008:131). Leher garuda di situ panjang dan menjulur ke bawah, seperti sedang melihat orang lalu-lalang mengisi bensin/solar di bawah. Tapi, tak punya dua sayap (karena patah). Letaknya diapit angka 17 dan 8.
8.
Di gapura Dukuh Kebondalem, Pendowo, Bantul, berdiri garuda yang jika diamati seksama lebih mirip Gatotkaca ketimbang burung garuda: tubuh kekar, mata melotot, wajah menatap lurus (tak meleng ke kanan seperti umumnya), dan bercelana hitam selutut. Macho sekali.
9.
baju seragam Korpri. Garuda dengan perisainya sudah dikosongkan dari lima sila Pancasila. Juga, tak ada pita Bhinneka Tunggal Ika dan bulu sayapnya hanya 14.
10.
logo Visit Indonesia Year 2008. Logo itu sekilas merupakan kumpulan garis lengkung warna-warni. Namun, dilihat secara seksama, konfigurasi garis itu menyerupai seekor burung yang punya bulu-bulu panjang bergelung-gelung yang merupakan jelmaan dari lambang Garuda Pancasila.
:ko
Menurut Nanang (2008:53), lambang negara yang sebelumnya didesain sebagai simbol negara yang memiliki aturan standar dan hukuman bagi yang melanggarnya (PP No 43 Tahun 1958 pasal 13) malah dinikmati tak ubahnya karya seni rupa yang terkadang dua dimensi, relief, dan atau tiga dimensi lengkap dengan gayanya: realis, surealis, futuristis, kartun, minimalis, kontemporer, dan sebagainya.
Jadi, jika Armani melakukan modifikasi -sebagaimana Harley-Davidson- disyukuri saja sebagai apresiasi. Sebab, jangan-jangan desainer Armani tak sedang terinspirasi dengan garuda Indonesia, tapi burung (garuda) di banyak logo negara lain. Sebab, kita tahu logo burung raksasa juga dipakai Thailand, Amerika Serikat, Armenia, Austria, Rumania, Moldova, Serbia, Emirat Arab, Yaman, Sudan, Mesir, Iran, dan Libya sebagai lambang negara mereka.