Forum Elins
*


Login with username, password and session length

Forum Elektronika dan Instrumentasi ( ELINS ) UGM

Pembayaran Kaos Forum ELINS    Selamat Datang Mahasiswa Baru ELINS 2010

komentar pendapat kritik disini    Udah register tapi belum bisa login? klik disini
Pages: [1] 2 3   Go Down
Print
Author Topic: Kamus Fotografi…need to know this  (Read 1792 times)
iw_06
Sersan Satu
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 200


anakkamera


WWW
« on: January 07, 2010, 02:26:35 PM »

Kalo ngomongin masalah fotografi, pasti kadang2 ada yg bingung ama istilah2 yg dipake :ko.  Sebenernya kalo pengen tau ya tinggal di googling aja, tapi mungkin kurang interaktif n ga bisa nanya2 penjelasan nya langsung dari orang yg lebih tau, ataupun kalo ada pasti bahasa inggris….. :banghead

Silakan ditulis aja istilah2 ttg fotografi beserta penjelasannya, klo ada yg mau tanya2 juga boleh. Biar gampang ngliat nya, kalo ada yg mau ngasih penjelasan ttg sesuatu mohon di kasih warna ijo n depannya di bold ya…..buat ngebedain ama komen

Pertama2 dimulai dari yg dasar dulu aja….

Fullframe dan Crop sensor:
Sensor  kamera (DSLR) yang memiliki ukuran setara dengan ‘film 35mm’ yaitu 36x24mm disebut dengan fullframe, sedangkan  sensor kamera (DSLR) yang lebih kecil dibanding ukuran ‘film 35mm’ disebut crop sensor karena memiliki crop-factor. Di merk Nikon digunakan kode FX untuk fullframe dan DX untuk sensor dg Crop-factor 1.5x, sedangkan di Canon ada 3 tipe sensor yaitu fullframe, APS-C dg crop-factor 1.6x, serta satu lagi dengan crop-factor 1.3x (ga tau kode nya).


Crop-factor:
Rada’ susah njelasinnya, biar gampang….liat gambar di bawah ini aja.

Misal kita memandang ke hamparan taman bunga yg luas, kemudian kita akan memotretnya dengan kamera fullframe (36x24mm) seperti EOS 5D mkII atau EOS 1Ds mk II, maka….area dalam kotak yang berwarna hitam adalah area yg dapat ditangkap oleh sensor. Kalo kita pake EOS 1D mkII yg memiliki crop-factor 1.3x maka cuma area yg di dalam kotak merah yg tertangkap, ini karena ukuran sensornya cuma 28.7x19.1mm. Lha kalo pake kamera entry-level kaya’ EOS 1000D, 450D, 40D….maka cuma area yg di dalam kotak ijo aja yg kena karena ukuran sensor APS-C hanya sekitar 22.5x15mm atau dengan kata lain crop-factornya 1.6x


Lensa standard:
Lensa standard tu adalah lensa dengan focal-length 50mm, sudut pandangannya pada kamera fullframe mirip ama sudut pandang manusia yaitu skitar 46 derajat. Semakin pendek focal-length nya, sudut pandangnya semakin luas, begitu jg sebaliknya...semakin tele maka semakin sempit sudut pandangnya.

Lensa Wide:
Lensa wide itu lensa yg memiliki focal-length lebih kecil dari 50mm. Semakin kecil nilai focal-length maka semakin lebar (wide) sudut pandangannya. Karakteristik khususnya adalah Dept of Field (DoF) nya luas alias tajam dari pojok ke pojok dan memiliki distorsi perspektif yang menyebabkan pinggiran foto tertarik sehingga gambar terkesan melengkung.

Lensa Tele:
Lensa tele adalah lensa yang memiliki focal-length lebih dari 50mm. Karakteristiknya adalah DoF yang sempit sehingga baik untuk mengisolasi objek, banyak digunakan pada wild-life fotografi dan juga buat motret sepakbola (liat aja lensa2 moncong putih segedhe termos yg biasanya nangkring di pinggir lapangan).

Lensa Macro:
Rada’ bingung ni aQ….tapi setauQ lensa macro tu lensa yg dapet ngehasilin bayangan objek di sensor dengan perbandingan 1:1. Misal ada lalat dg ukuran 10x8mm….maka bayangan di sensor juga seukuran 10x8mm juga.

Lensa Fix:
Lensa fix adalah lensa yg memiliki focal-length tunggal, misal hanya 50mm atau hanya 85mm saja. Jika objek terlalu dekat maka kamera kudu mundur, jika terlalu jauh maka kamera maju agar area nya pas. Lensa ini cenderung memiliki hasil yg lebih baik dibanding lensa zoom karena optik penyusunnya lebih sederhana sehingga efek seperti bias dan lainnya sangat sedikit, akan tetapi itu juga tergantung kwalitas optiknya.

Lensa Zoom:
Lensa zoom adalah lensa yg memiliki focal-length ganda atau bisa dibilang range, misal 18-55m. Lensa 18-55mm mencakup range antara wide hingga medium tele. Kekuatan zoom nya dihitung dengan cara membagi focal-length max dg focal-length min nya. Misal lensa 12-24mm, maka kekuatan optical zoom nya adalah 2x. Oleh karena itu, lensa yang berbeda dapat memiliki nilai optical zoom yg sama, missal antara lensa 75-300mm dengan 100-400mm….semuanya memiliki optical zoom 4x.
Bisa sedikit disimpulkan bahwa yg menentukan jauh-dekatnya area yg dapat dicapai bukanlah karena nilai zoom nya akan tetapi tergantung pada focal length nya.


Dept of Field (DoF)

DoF adalah ruang tajam atau gampangnya adalah ruang/ area di depan lensa yg tajam. DoF sempit/ tipis berarti ruang di depan lensa yg tajam hanyalah sempit, selebihnya akan out of focus sehingga baik untuk mengisolasi objek, bisa didapat dengan cara memakai lensa tele atau pun menggunakan diafragma lebar. DoF dikatakan luas bila ruang yg fokus/ tajam di depan lensa juga luas cakupannya, bisa didapatkan dengan menggunakan lensa wide atau dengan mengatur bukaan diafragma kecil.



Sementara ini dulu ndan, silakan dikomen, ditanyakan kalo belum jelas, dibenerin kalo ada yg salah….. :hihihi

Semoga bermanfaat  :rock

« Last Edit: January 07, 2010, 02:43:13 PM by iw_06 » Logged

http://anakkamera.wordpress.com/
iw_06
Sersan Satu
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 200


anakkamera


WWW
« Reply #1 on: January 07, 2010, 02:27:00 PM »

Logged

http://anakkamera.wordpress.com/
iw_06
Sersan Satu
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 200


anakkamera


WWW
« Reply #2 on: January 08, 2010, 10:00:53 AM »

nambah dikit mumpung ada waktu..... :hihihi

Aperture
Aperture mengatur besarnya bukaan diafragma sebuah lensa atau dengan kata lain berguna untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke sensor. Kalo di mata manusi bias diidentikkan bahwa aperture blade adalah iris dan pupil nya adalah diafragma. Yang perlu diperhatikan adalah notasi penulisannya dimana makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter atau diafragmanya dan sebaliknya . Notasi pembagi “/” pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , … dst ) semakin kecil hasilnya/ bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi “/” misalnya F1.4 , F2.8 , … dst.




Bagaimana mendapatkan angka-angka seperti itu ? masih ingat rumus matematika untuk menghitung luas sebuah lingkaran ? untuk membagi luas menjadi setengah dari sebelumnya maka harus dibagi dengan akar pangkat 2 ( 1.41421356 )

misal ( dibulatkan ) :
Bukaan maksimal = 1 (tapi pernah denger juga ada yg bukaan 0.95)
Bukaan 1/2 maksimal = 1 * 1/1.4 = 1/1.4
Bukaan 1/4 maksimal = 1/1.4 * 1/1.4 = 1/2.8
Bukaan 1/8 maksimal = 1/2.8 * 1/1.4 = 1/4.0
Bukaan 1/16 maksimal = 1/4.0 * 1/1.4 = 1/5.6
dst ..

Lalu kita bisa menghitung nilai aperture selanjutnya : f/1.4 , f/2.8 , f/4.0 , f/5.6 , f/8 , f/11 , f/16 , f/22 , f32 … Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/2.8 akan membuat cahaya berkurang setengah dari sebelumnya karena memang diameternya mengecil menjadi setengah. Ilustrasinya seperti pada gambar di bawah ini:




Selaen berpengaruh ama gelap-terangnya image, aperture juga menentukan ruang tajam alias Dept of Field dari suatu image. Bukaan diafragma semakin gedhe menghasilkan DoF yang semakin sempit, begitu juga sebaliknya. Berikut ini ilustrasinya:



sekian dulu ndan, semoga bermanfaat... :rock
Logged

http://anakkamera.wordpress.com/
[holland]
Mayor
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 686


asem nubruk !!!


WWW
« Reply #3 on: January 08, 2010, 10:28:41 AM »


ndan mau tnya . . saya baca di blognya ndan iw yg 'sebut saja bokeh' . .

kn ada kata2 yg diafragmanya diturunin jdi 2 stop(kl ga slh gt . .  Grin)

nah itu mksdnya gmn ??
Logged

http://holandrio.web.ugm.ac.id

zodapopz
Mayor
*
Offline Offline

Posts: 727


u are what u eat, boy!


« Reply #4 on: January 08, 2010, 01:39:35 PM »

bantu SOS ndan..
Logged

posting trus ndan... kejar setoran... naik pangkat... lempar granat ^_^
zupho
forum staff
Mayor jenderal
**
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1204


keep posting!!!


« Reply #5 on: January 08, 2010, 01:48:21 PM »

wah, ngerti dikit ni soal jepret2,nice info ndan...

thanks infonya....
Logged
hobbit
Brigadir Jenderal
*
Offline Offline

Posts: 997


not without a fight


WWW
« Reply #6 on: January 08, 2010, 01:56:31 PM »

saya mw tanya mas, kalo exposure itu sebener e artinya apa to? n pengaruhnya apa? sama kalo di kamera ada ISO gt maksudnya apa?
maaf ya mas nek pertanyaannya konyol..
maklum saya bukan "anakkamera"..

 :hik :hik :hik
Logged

activelow
Sersan Kepala
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 250



« Reply #7 on: January 08, 2010, 03:13:05 PM »


ndan mau tnya . . saya baca di blognya ndan iw yg 'sebut saja bokeh' . .

kn ada kata2 yg diafragmanya diturunin jdi 2 stop(kl ga slh gt . .  Grin)

nah itu mksdnya gmn ??
nubie mo coba jawab nih ndan.
maksudnya diturunin 2 stop, artinya dibuka lebih lebar diafragma nya.
kan urutan stop nya aperture (f) f/1.4 - f/2 - f/2.8 - f/4 - dst...
berati klo posisi setingan kamera saat ini berada pada f/4 dan ingin diturunkan 2 stop maka aperture nya di set menjadi f/2.
cmiiw ya ndan.
Logged

:: http://activelow.wordpress.com
oxamoxa
Palang Merah
Kapten
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 569



« Reply #8 on: January 08, 2010, 05:17:29 PM »

saya mw tanya mas, kalo exposure itu sebener e artinya apa to? n pengaruhnya apa? sama kalo di kamera ada ISO gt maksudnya apa?
maaf ya mas nek pertanyaannya konyol..
maklum saya bukan "anakkamera"..

 :hik :hik :hik

mencoba menjawab..
CMIIW ya..
exposure : bahasa gampangnya pengukuran cahaya yang masuk... mulai dari shutter speed, aperture, dan ISO..
ini bahasa sulitnya.. hoho
Dalam fotografi, eksposur adalah jumlah total cahaya dibiarkan jatuh pada medium fotografi (fotografi film atau sensor gambar) selama proses pengambilan foto. Exposure diukur dalam lux detik, dan dapat dihitung dari nilai eksposur (EV) dan adegan pencahayaan yang lebih dari daerah tertentu.
(en.wikipedia.org, terjemahan)

klo ISO sendiri tu adalah.. intensitas cahaya...
ISO besar berarti intensitas cahaya yang masuk banyak.. Smiley
Logged

ayo podho ngepit ayo podho ngepit ayo podho ngepit
[holland]
Mayor
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 686


asem nubruk !!!


WWW
« Reply #9 on: January 08, 2010, 05:36:01 PM »



oh gtu . . brti bukan brti diafragmanya di -2 yah ndan ??

kl posisi aperture f/2.8  diturunin 2stop brti jdi f/1.4 ??]


saya kira hasil f/2 itu hasil dri 4-2 . . tpi trnyata
emg krena urutan aperture dari sananya yah ndan . .

thx ndan . .

Logged

http://holandrio.web.ugm.ac.id

adrianz_08
Mayor
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 741


yayayayaya, 10-4, 86, consider it done!!!


WWW
« Reply #10 on: January 08, 2010, 05:36:56 PM »

wah manteop ndan,,,layak jadi sumber ilmu nih..

masalah crop factor,,berarti tergantung luas sensor ya mas???

berarti cahaya yang masuk dari diafragma itu tak semuanya ditangkap sensor di kamera dengan crop factor??
Logged


activelow
Sersan Kepala
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 250



« Reply #11 on: January 08, 2010, 09:17:29 PM »

exposure itu apa ya, saya juga bingung. tapi sepengetahuan saya, exposure itu adalah tingkatan gelap terang pada hasil foto. foto yang baik biasanya adalah yang memiliki exposure yang pas pada semua bagian poto, tidak ada yang over exposure (kelebihan cahaya) atau under exposure (kurang cahaya).--> agak2 ngarang ^^. bagian yang under/over itu setau saya gak akan bisa keliatan detail nya lagi walopun digeser2 level nya di sotosop.

 

kalo ISO itu adalah tingkat sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya yang masuk ndan. kalo jaman film analog dulu ada yang namanya ASA100, ASA200. di ISO juga ada ISO 100, ISO 200, dst. nah ISO ini semakin tinggi nilai nya maka akan meningkatkan sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya, begitu pula sebaliknya. biasanya untuk poto di siang hari, karena udah banyak cahaya makanya pake ISO yang nilainya kecil, sedangkan buat malem hari pakai ISO dengan nilai lebih besar.

Efek pemakaian nilai ISO besar adalah timbulnya noise pada hasil foto. karena itu jika ingin menghasilkan gambar yang mulus, usahakan menggunakan nilai ISO sekecil mungkin yang ada pada setingan kamera. CMIIW.
Logged

:: http://activelow.wordpress.com
508effect
Kapten
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 510


it glows when dark... matakucing photostream...


WWW
« Reply #12 on: January 08, 2010, 09:49:58 PM »

wah manteop ndan,,,layak jadi sumber ilmu nih..

masalah crop factor,,berarti tergantung luas sensor ya mas???

berarti cahaya yang masuk dari diafragma itu tak semuanya ditangkap sensor di kamera dengan crop factor??

kira2 sperti itu ndan gampangannya...

Logged

SAVE OUR EARTH,,SAVE OUR HEART
http://matakucing.kandangbuaya.com ==> my blog
http://afif508.deviantart.com  ==> my imageblog

hobbit
Brigadir Jenderal
*
Offline Offline

Posts: 997


not without a fight


WWW
« Reply #13 on: January 08, 2010, 10:10:35 PM »

makasih ndan jawabannya..brarti kalo biar exposurenya pas waktu malem2 harus ISO tinggi ya mas,tapi mengorbankan hasilnya noise ya ndan..

*nubitol mumet*

 :banghead :banghead :banghead
Logged

perokokpasif
prajurit
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 41


« Reply #14 on: January 09, 2010, 02:15:24 AM »

Nubitol mau menambahi dikit tentang crop factor ya ndan. Khusus DSLR Olympus memakai crop factor 2x karena menggunakan sensor bersistem four third. :hik
Logged

Let's go..........Heiho............
Pages: [1] 2 3   Go Up
Print
 
Jump to:  

TinyPortal v1.0 beta 4 © Bloc